Mengapa Batang dan Daun Sayuran Hidroponik Mudah Patah Getas?

Mungkin kita bertanya – tanya kenapa sayuran hidroponik yang kita tanam daunnya mudah patah atau getas?

Sebenarnya ini bukan masalah yang serius, bisa jadi malah kelebihan dari sayur itu sendiri.

Karena dengan sifatnya mudah getas, sayur hidroponik menjadi lebih renyah dan crunchy.

Karena crunchy ini lah sayur hidroponik batangnya mudah sekali patah dan daunnya mudah hancur. Misalnya ketika mau di masukkan ke dalam plastik untuk disimpan.

Kalau untuk dikonsumsi sendiri sebenarnya malah bagus. Tapi, kalau untuk dijual ke konsumen, biasanya sayur akan sampai ke tangan konsumen dalam keadaan kurang cantik.

Saya pernah melakukan pengamatan terhadap sayur hidroponik yang saya tanam. Terutama untuk pakcoy.

Sedikit petunjuk yang bisa saya sampaikan kepada pembaca adalah pakcoy menjadi crunchy atau batangnya mudah patah (getas) dan daunnya mudah robek ketika saya konsisten memberikan ppm yang cukup tinggi. Yaitu di angka 1000 – 1200 ppm.

Dengan ppm sebesar itu, dari awal sampai panen, ketika di panen pakcoy memang batang dan daunnya mudah patah.

Akan tetapi, kalau kepekatan nutrisi yang diberikan rendah, misalnya antara 500 – 700 ppm saja, batang dan daunnya tidak mudah patah lagi. Istilahnya lemes atau agak sedikit lentur. Untuk dimasukkan ke dalam plastik daunnya tidak banyak yang hancur.

Jadi seperti itu, kenapa sayuran hidroponik yang kita tanam daunnya mudah patah atau getas? Jawabannya adalah karena ppm atau kepekatan nutrisi yang diberikan tinggi.

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *