Sudahkah Dapat Cara Paling Sederhana Dalam Hidroponik?

Mindset hidroponik

Saya akan tunjukkan kepada Anda bahwa bertanam sistem hidroponik akan menjadi sangat mudah.

Tapi ada syaratnya.

Santai saja, syaratnya mudah kok. Jika Anda bersedia melakukannya, maka keinginan untuk segera berhidroponik tidak bisa dibendung lagi.

Apa itu?

Hanya satu. Yaitu,

TAKE IT EASY. Dibawa santai aja.

Bertanam atau berkebun dengan cara hidroponik harus dibawa santai saja. Tidak perlu memikirkan hal – hal yang membuatnya jadi rumit. Karena sebenarnya, hal – hal tersebut tidak perlu Anda pusingkan.

So, banyak sekali hal yang akan saya sampaikan di sini, dan sekali lagi, saya tidak ingin Anda terlalu memikirkannya.

Lets go!

Hidroponik itu menyenangkan

Yang benar adalah berkebun itu menyenangkan. Kalau suka berkebun, itu fun. Kalau tidak suka, jangan dibuat sok fun.

Cari kegiatan lain yang bisa lebih fun. Misalnya memasak, menulis, jualan online, ngevlog dan seterusnya.

Kalau berkebun itu menyenangkan menurut Anda, maka hidroponik juga pasti akan menyenangkan.

Hidroponik tidak butuh lahan luas

Seriously?

Coba saya akan bertanya kepada Anda terlebih dahulu.

Kalau Anda mau menanam tomat atau cabe, kira – kira pakai apa?

Tanah? Kompos? Pot/Polibag? Ukuran besar kecil?

Ya benar, itu semua diperlukan.

Kalau menanam tomat dengan cara hidroponik bagaimana?

Medianya bisa pakai rockwool, sekam bakar, pecahan batu bata, pecahan genteng, hidroton dan cocopeat. Jumlahnya harus cukup lumayan.

Sistemnya bisa DFT, NFT, Wick (sumbu) atau guyur ponik (drip tetes).

Wadahnya bisa pipa, talang kotak, gully trapesium, wadah eskrim, sterofoam, polibag dan botol air mineral. Yang terakhir sepertinya kurang ideal.

Pertanyaan saya adalah, apakah itu semua kalau dirakit tidak membutuhkan ruang/lahan?

Tentu perlu lahan jawabannya.

Artinya sama saja. Baik sistem hidroponik maupun tanah, sama – sama butuh lahan. Kalau nanemnya sedikit, butuh lahannya sempit. Kalau nanemnya banyak, butuh lahannya luas.

Kita yang sudah berhidroponik tahu hal ini. Jadi, adanya lahan sempit atau luas, keinginan untuk berhidroponik harus tetap lanjut.

Hidroponik hasilnya lebih banyak

Tidak selalu ya, tapi hasilnya memang selalu menyenangkan. Bukan karena lebih banyaknya. Ada faktor x menurut saya. Dan ini cukup subyektif.

Untuk mendapatkan hasil tanaman hidroponik yang lebih banyak, caranya bisa dilakukan dengan intensifikasi dan ekstensifikasi.

Cara intensifikasi adalah dengan memberikan nilai EC dan ppm yang tepat. Mengatur lingkungan tumbuh yang optimal. Mulai dari suhu ruang, kelembapan, pencahayaan, aliran nutrisi, komposisi nutrisi, suhu perakaran, padat tanam, penyemaian bibit, media tanam, oksigen terlarut, kualitas bibit dan hama.

Banyak juga kan?

Kalau dengan ekstensifikasi, bisa dilakukan dengan membuat sistem hidroponik vertikal atau memperluas lahan. Misalnya rak hidroponik yang sampai 5 tingkat, pipa dibuat vertikal sampai 2 meter dan masih banyak inovasi – inovasi desain yang lainnya.

Tapi, ekstensikasi tetap harus memperhatikan aspek intensifikasi di atas.

Karena, model sistem hidroponik vertikal, faktor pencahayaan menjadi titik kelemahannya. Karena tanaman yang lebih bawah akan ternaungi oleh tanaman yang diatasnya.

Hidroponik itu lebih hemat

Terkesan memang lebih hemat. Tapi coba dulu deh, biar lebih ngena kalau ada self experiecenya.

Ini adalah alat dan bahan yang harus kita sediakan kalau ingin bertanam hidroponik.

1 . Wadah media. Ini bisa pipa paralon, talang kotak, gully trapesium, wadah eskrim bekas dan botol mineral bekas.

Kecuali botol mineral bekas, tampaknya yang lainnya semua harus beli. Tapi harus mulung dulu kalau mau gratis untuk botol bekasnya.

Pipa paralon harganya 60 ribu per batang ukuran 2,5 inch. Talang kotak, perbatangnya sekitar 150 ribuan. Gully trapesium lebih mahal lagi. Wadah eskrim 8 – 10 ribu.

Semua wadah tersebut, baik yang hidroponik maupun pot isi tanah nantinya akan terpapar panas. Lama – lama juga akan mengalami penyusutan.

Jadi untuk wadah media ini, tingkat kehematannya sama.

2 . TDS/EC meter dan pH meter serta pH down.

TDS/EC dan pH meter masing – masing harganya dibawah 100 ribuan sudah ada. Tapi kualitas alatnya low end. Tidak masalah, tetap masih bisa digunakan.

PH down harganya tidak sampai 50 ribu sudah dapet buanyak. Caranya, dengan beli langsung di toko kimia.

Namanya asam nitrat, asam fosfat dan asam sulfat. Ini untuk pH down.

Gradenya, grade teknis. Kalau mau beli yang grade pro analise, ya silahkan saja.

Kalau beli langsung dari toko kimia, konsentrasi asam – asam tersebut masih tinggi. Awas ini bahaya. Kalau terkena kulit langsung, terhirup atau uapnya terkena mata, bisa sakit. Jangan sampai.

Saya pernah beli asam nitrat dan asam sulfat dengan konsentrasi sekitar 60%, per liternya sekitar 40 an ribu.

Biar tidak terlalu berbahaya, maka saya mengencerkannya terlebih dahulu.

Caranya, siapkan air bersih (air baku) sebanyak 1 liter. Kemudian ambil asam kuat tadi sebanyak 10 ml. Ambilnya pakai sepet atau suntikan.

Kemudian asam kuat yang sudah diambil, dicampurkan ke 1 liter air baku. Aduk sampai terlarut dan sudah selesai. PH down sudah tidak lagi ganas.

Tapi tetap harus hati – hati. Jauhkan dari jangkauan anak – anak.

Kalau menanam pakai pot dan tanah tidak perlu pakai ini semua. Karena tanah sudah bisa membuffer untuk pH yang dibutuhkan tanaman.

Jadi, untuk poin ke dua ini, bertanam pakai tanah lebih hemat.

3 . Media tanam.

Media tanam dalam hidroponik bisa banyak macemnya. Ada rockwool, sekam bakar, cocopeat, hidroton, busa, pecahan genteng, pecahan batu bata, sabut kelapa, dan lain – lain.

Semua itu bisa diperoleh dengan beli ya, jarang ada yang gratis.

Kalau tanah mungkin gratis. Tapi di kota – kota besar, tanah ini harus beli. Di desa pun kalau mau dapet tanah juga harus beli.

4 . Pupuk atau nutrisi hidroponik

nutrisi hidroponik alternatif

Kalau pakai tanah pupuknya biasanya kompos ya. Dan harganya sangat terjangkau sekali.

Jarang ya kita temui, orang berkebun kemudian diberi NPK dan secara berkala, tanamannya disemprot pakai Gandasil-D.

Jadi, nyaris hanya kompos saja sudah bisa memuaskan yang punya kebun.

Beda dengan hidroponik.

Hidroponik pupuknya ya harus pupuk hidroponik. Atau kalau mau alternatif bisa pakai NPK, Kcl dan gandasil.

Pupuk hidroponik itu harganya 15 ribu. Itu sudah bisa dipakai untuk 100 liter larutan nutrisi.

Apakah larutan nutrisi ini bisa dipakai buat berkali – kali.

Bisa.

Tapi, larutan nutrisi ini kan dalam bentuk larutan. Tanaman, dalam menyerap nutrisi tidak hanya unsur haranya saja, tapi sekalian airnya.

Sehingga, lama – kelamaan air ini akan habis. Habis karena diambil oleh tanaman dan juga karena penguapan.

Secara berkala, air ini harus ditambah. Kalau air ditambah, maka kepekatan akan berkurang. Supaya nilai kepekatan sesuai yang dibutuhkan, harus ditambah nutrisi hiroponik lagi.

Khusus hidroponik sistem wick, kalau air berkurang, maka akar akan sedikit yang tercelup dalam air nutrisi. Kalau siang dan panas, tanaman bisa layu.

Sistem wick ini nambahinnya mesti manual. Ditambahin satu per satu. Kalau ada banyak wick, ya harus lebih telaten.

Untuk poin pupuk atau nutrisi ini, tingkat kehematannya hampir sama lah.

Hidroponik itu ramah lingkungan

Hidroponik itu memang ramah lingkungan. Karena ia tidak mengutak atik dan bersinggungan langsung dengan tanah di bawahnya.

Tapi bukan berarti bertani di tanah itu tidak bersahabat dengan lingkungan. Kita sebagai pecinta atau hobbies tanaman hidroponik, janganlah sampai punya pemikiran seperti itu.

Pecinta tanaman hidroponik sebagian besar sudah melek teknologi. Semua ide bisa tersebar sangat luas dengan waktu yang sangat cepat.

Kasihan nanti petani kita. Karena pada dasarnya yang paling dasar, mereka tidak salah. Love you our farmer.

Hidroponik itu tidak organik

hidroponik-tanaman hidroponik-sistem hidroponik-akar-tanaman-hidroponik-itu-organik

I do not care about this, seriously.

Bahkan dalam pandangan saya yang sedikit ekstrim, pertanian organik itu sebenarnya tidak ada. Hanya eksistensinya saja yang diada – adakan.

Yang mengganjal dalam otak saya adalah…

Produk hasil pertanian yang dibesarkan dengan pupuk kimia dan pupuk kompos (organik), apakah hasilnya berbeda?

Menurut saya tidak ada bedanya, ia sama saja. Asalkan tidak memakai pesitisida, insektisida atau fungisida kimia yang diberikan secara eksternal (misalnya pemberian secara foliar atau semprot).

Kenapa saya bisa mengatakan sama?

Ok, mari kita lihat pada apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh tanaman untuk bisa tumbuh dan berkembang.

Pertama adalah sinar matahari. Kedua adalah air dan ketiga adalah unsur hara.

Pertama dan kedua semua sistem pertanian butuh itu, saya anggap semua setuju dan tidak ada masalah di sini.

Fokus kita sekarang hanya pada unsur hara.

Unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman ada dalam jumlah yang makro dan mikro. Semua sistem pertanian membutuhkan kedua jenis unsur hara ini. Tanpa terkecuali.

Unsur makro terdiri dari N,P,K,S,Ca dan Mg. Unsur tersebut harus ada dan tanaman butuh dalam jumlah besar. Ia diambil oleh akar dari media penanaman dalam bentuk ion.

Unsur mikro terdiri dari Fe, Mn, Cu, Zn, Mo, B, Cl dan Ni. Unsur ini juga harus ada meskipun dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. Sama seperti unsur makro, unsur mikro juga diserap oleh akar dari media dalam bentuk ion.

Semua tanaman membutuhkan kedua unsur tersebut, tidak perduli bagaimana sistem pertaniannya.

Yang perlu kita ketahui adalah ketika unsur tersebut sudah masuk ditubuh tanaman, maka ia akan menjadi bagian nutrisi yang berguna untuk kita yang memakannya.

Mereka ada yang menjadi protein kasar, lemak kasar, serat kasar, bahan organik, vitamin dan mineral. Dan kita butuh zat – zat gizi tersebut.

Sekarang kita ke sumber unsur – unsur hara tersebut.

Saya sebut ada 3 sumber. Pupuk kompos dan tanah harus menyediakan ion dari unsur – unsur tersebut. Pupuk anorganik dan tanah juga harus ada ion dari unsur – unsur tersebut. Pupuk hidroponik dan air juga harus menyediakan ion dari unsur – unsur tersebut.

Kalau kita pernah belajar kimia tingkat SMA saja, kita akan tahu ion – ion dari ketiga sumber tersebut, bentuk molekulnya sama. Tidak berbeda sama sekali.

Jadi, produk pertanian yang dihasilkan dari pertanian organik dan anorganik itu sebenarnya tidak berbeda sama sekali.

Yang membedakan adalah ini! Dan ini perlu digaris bawahi.

Jika selama perawatan menggunakan pestisida, insektisida dan fungisida yang berbaha jika termakan manusia. Karena dikhawatirkan akan meninggalkan residu atau bahannya masih tertinggal di sayuran.

Kedua adalah pupuk anorganiknya. Kita ambil contoh misalnya pupuk majemuk NPK.

Kita ambil NPK 15-15-15 kemasan 50 kg.

Arti dari kode ini adalah:

Ada Nitrogen (N) sebanyak 15%, berarti jumlahnya 7,5 kg.

Fosfat (P) dalam bentuk senyawa oksida P2O5 sebanyak 15%, berarti 7,5 kg.

Dan kalium (K) dalam bentuk senyawa oksida K2O sebanyak 15%, berarti juga sama 7,5 kg.

Dari 50 kg pupuk, yang dibenar – benar diperlukan tanaman hanya 7,5 + 7,5 + 7,5 = 22,5 kg. Hanya setengahnya.

Kalau senyawanya dalam bentuk higroskopis, kita anggap kandungan airnya tetap dibutuhkan tanaman. Jadi, perhitungannya kita bulatkan setengahnya saja.

Kalau tiap hektar diberi rekomendasi pupuk 1 ton/hektar dalam satu periode tanam, maka setiap itu pula kita menambahkan setengah ton bahan yang tidak berguna bagi tanaman. Mungkin tidak berguna juga bagi tanah.

Jika ini dilakukan secara terus menerus dan bertahun – tahun? Kira – kira apa yang terjadi?

Tapi tunggu dulu, pupuk hidroponik sebenarnya juga sama. Kalium nitrat, magnesium sulfat, librel bmx, mkp dan seterusnya juga tidak dalam kemurnian yang sangat tinggi saat digunakan untuk meracik nutrisi hidroponik.

Kalau larutan nutrisi ini diganti dan dibuang, peluang untuk mencemari lingkungan juga sama.

Tanaman hidroponik bisa dimakan seluruhnya

hidroponik-tanaman hidroponik-sistem hidroponik-akar-tanaman-hidroponik-bisa-dimakan

Meskipun ditanam di tanah, kalau sebelum dimasak dicuci sampai bersih, saya kira juga sama – sama bisa dimakan.

Biarpun tanaman hidroponik, kalau akarnya mau dimasak juga harus dicuci terlebih dahulu kan?

Kenapa?

Karena akar dari tanaman hidroponik tercelup langsung dengan larutan nutrisi selama kurang lebih satu bulan.

Dan larutan nutrisi hidroponik itu adalah bahan kimia.

Saya sendiri tidak memakan akar dari tanaman hidroponik saya. Menurut saya, semua itu masalah selera semata.

Hidroponik tidak bergantung pada musim

Kita tetap bisa berhidroponik meskipun itu musim kemarau ataupun musim hujan.

Selain itu, perubahan musim juga tidak begitu berpengaruh terhadap semangat kegiatan berkebun kita.

Ini menjadi salah satu alasan terkuat saya dalam bertanam hidroponik. Karena biasanya saat musim hujan, kebanyakan dari kita malas berbasah – basah dan becek – becekan karena air hujan.

Hal ini karena sistem hidroponik yang kita buat, bisa kita atur supaya tidak terkena hujan dan panas secara langsung.

Entah itu kita membuat greenhouse atau menempatkan modul hidroponik ditempat yang ada pelindung dari hujan.

Hidroponik bebas hama

No! ini anggapan yang salah besar.

Dengan manajemen yang baik, baik bertanam di tanah maupun hidroponik sama – sama bisa meminimalkan adanya serangan hama.

Begitu juga sebaliknya, kalau manajemen seenaknya, hama pasti tetap ada.

Hidroponik adalah solusi, untuk?

Wilayah perkotaan

Keinginan untuk berkebun di wilayah perkotaan kadang menjadi sangat sulit untuk diwujudkan. Hal ini karena untuk lahan terbuka, hampir tidak ada.

Kecuali kalau Anda membeli tanah kosong diperumahan, mungkin bisa. Atau, membeli tanah di wilayah pinggiran kota.

Tapi itu juga belum pasti. Kebanyakan tanah di perkotaan adalah tanah urugan. Tanah ini banyak terdiri dari tanah lempung, padas, batu kerikil bahkan limbah bangunan.

Jelas ini tidak subur dan kalau dipaksa untuk ditanami, hasilnya pasti mengecewakan.

Maka, hidroponik adalah solusinya.

Wilayah kurang subur

Ada berbagai wilayah yang dikaruniai dengan kondisi tanah yang kurang subur. Misalnya tanahnya bergambut, masam, atau tidak ada air.

Untuk bisa menghasilkan produk pertanian yang bagus, maka tanah ini harus diolah terlebih dahulu.

Jika biaya pengolahan yang dibutuhkan cukup besar, kenapa tidak diinvestasikan ke hidroponik saja.

Meskipun investasinya mungkin lebih banyak, tapi kita lebih mudah untuk mengontrol parameter yang diperlukan oleh tanaman.

Wilayah pertanian tadah hujan

Saat musim kemarau, di wilayah ini, air menjadi sangat berharga.

Kalau air harus digunakan untuk menyirami tanaman, maka kebutuhannya akan sangat banyak. Karena kondisi tanah sedang kering, jadi tanah menyerap air lebih banyak serta penguapan yang tinggi karena panas.

Kalau pakai hidroponik, penggunaan air jadi lebih hemat.

Maksudnya lebih hemat adalah jumlah air tetap akan berkurang.

Tapi berkurangnya sangat efektif. Karena berkurangnya air karena akibat diserap oleh tanaman dan penguapan saja.

Kalau tanah, air akan menyebar ke area lebih luas yang sebenarnya area tersebut tidak perlu kita beri air.

Memulai hidroponik

Bagaimana cara untuk memulai bertanam hidroponik?

Saran saya sebaiknya ambil metode dan langkah yang paling simpel saja.

Misalnya, cobalah menanam tanaman hidroponik dengan metode wick (sumbu) saja. Karena ini paling sederhana.

Tanpa ph meter, EC/TDS meter bisa. Hanya bermodalkan botol bekas.

Selanjutnya, tanamlah sayuran daun yang cukup mainstream. Misalnya kangkung.

Hal ini karena kangkung sangat mudah sekali tumbuh, bijinya agak besar, akarnya cukup besar dan cepat memanjang menuju ke larutan nutrisi. Sehingga nantinya mudah sekali untuk tumbuh.

Yang terpenting adalah first impression nya harus berhasil. Supaya selanjutnya lebih semangat untuk bereksperimen ke tingkat yang lebih.

Cara lain adalah dengan mengikuti pelatihan hidroponik.

Anda bisa memulainya dengan pelatihan hidroponik dasar dulu. Biasanya nanti waktu pulang akan dibawain oleh – oleh starter kit hidroponik untuk pemula.

Isinya kurang lebih ada modul hidroponik sistemnya wick, nurtisi hidroponik, netpot, benih, pH meter dan TDS meter.

Jika merasa mengikuti pelatihan kok mahal dan tidak punya waktu, silahkan pantengin blog saya ini. Nanti lama – lama bisa sendiri, guaranted.

Membuat hidroponik sistem wick (sumbu)

Saya akan menunjukkan kepada Anda cara membuat sistem hidroponik yang paling sederhana. Yaitu wick.

Bahan yang diperlukan adalah sebagai berikut.

1 . Botol bekas ukuran 1,5 liter (minimal).

2 . Sumbu. Ini bisa berbahan kain flanel, kaos bekas, atau sumbu kompor.

3 . Cutter.

4 . Rockwool atau sekam bakar.

5 . Air bersih. Air PDAM kurang bagus. Air hujan bagus.

6 . Plastik warna hitam.

7 . Nutrisi hidroponik.

Informasi mengenai cara ini sudah banyak sekali yang membuatnya. Anda bisa mencarinya sendiri di internet.

Rata – rata cara yang diajarkan hampir sama semua. Karena sistem hidroponik ini sangat sederhana dan mudah sekali untuk diajarkan.

Nanti kalau ada kesempatan, punya saya akan saya update disini juga. Saat ini saya sedang fokus pada sistem DFT dulu.

Membuat hidroponik sitem DFT

Sistem ini adalah hidroponik dengan air mengalir tapi airnya cukup dalam. Kebanyakan sistem ini dibuat dengan menggunakan pipa paralon.

Enaknya pakai sistem ini adalah pompa air tidak harus menyala dalam waktu yang lama. Karena ketika pompa mati, masih ada air yang tersisa di modul. Sehingga akar tidak kekeringan atau layu saat siang hari.

Kalau tempat Anda sering mati lampu, teknik ini cocok sekali buat Anda.

Saya tidak akan menjabarkannya secara detail di sini, karena detail mengenai ini sudah saya buat di artikel khusus.

Artikelnya ada di bawah ini.

Membuat rak hidroponik sistem DFT.

Membuat hidroponik sistem NFT

Teknik ini hampir sama dengan DFT. Bedanya adalah teknik NFT,aliran airnya hanya mengalir saja. Tidak dalam seperti DFT.

Jadi, ketika pompa air mati, maka tidak ada air yang tersisa di dalam modul.

Teknik ini sangat efesien untuk produksi tanaman hidroponik dalam jumlah banyak. Meskipun tetap bisa dipakai untuk skala hobbi.

Operasional teknik NFT ini cukup tinggi. Karena pada siang hari, pompa air harus on terus.

Jujur saja, saya belum berencana untuk membuat hidroponik dengan sistem NFT ini. Karena ditempat saja, frekuensi pemadaman masih cukup tinggi.

Tapi jangan khawatir, kalau Anda memang berniat ingin tahu, saya rekomendasikan tutorial dari hidroponikpedia.com.

Ini linknya untuk membuat hidroponik sistem DFT.

Sistem NFT Hidroponik

Inilah ketiga sistem hidroponik yang banyak digunakan. Sebenarnya masih ada banyak.

Misalnya sistem aeroponik, fogoponik, Ebb and Blow, sistem rotari dan lain – lain.

Akan tetapi, karena ini saya buat untuk tutorial praktis, saya sampaikan yang realistis saja.

Yang paling aplikatif dan mudah untuk ditiru.

Nutrisi hidroponik

Nutrisi hidroponik ini wajib hukumnya harus ada. Karena seperti yang saya jelaskan di atas, nutrisi ini adalah salah satu yang dibutuhkan oleh tanaman.

Untuk mendapatkan nutrisi hidroponik bukanlah hal yang sulit. Kita bisa mendapatkannya ditoko pertanian atau toko alat dan bahan hidroponik.

Baik online maupun offline bisa dengan mudah ditemukan.

Harganya juga tidak mahal. Sekitar 15 – 20 ribuan saja. Itu sudah bisa untuk 100 liter larutan nutrisi.

Bagaimana kalau pakai pupuk alternatif?

Bisa. Alternatif lain yang bisa digunakan selain AB Mix misalnya NPK, Kcl dan Gandasil D.

Mengenai nutrisi hidroponik ini bisa dilihat jelas dan detail di artikel saya yang lain.

Ini link artikelnya.

Nutrisi hidroponik alternatif, semua bisa buat.

Mungkin Anda juga menyukai

3 Respon

  1. visser berkata:

    We offer you the opportunity to advertise your products and services.

    Good man! Please note nice offer for you. I want to offer the possibility of sending your commercial offers or messages through feedback forms. The advantage of this method is that the messages sent through the feedback forms are included in the white list. This method increases the chance that your message will be read. Mailing is made in the same way as you received this message.
    Sending via Feedback Forms to any domain zones of the world. (more than 1000 domain zones.).
    The cost of sending 1 million messages is $ 49 instead of $ 99.
    Domain zone .com – (12 million messages sent) – $399 instead of $699
    All us sites that have a feedback form. (10 million messages sent) – $349 instead of $649
    All domain zones in Europe- (8 million messages sent) – $ 299 instead of $599
    All sites in the world (25 million messages sent) – $499 instead of $999

    Discounts are valid until March 31.
    Feedback and warranty!
    Delivery report!

    In the process of sending messages, we do not violate the rules of GDRP.
    This message is created automatically use our contacts for communication.

    Contact us.
    Telegram – @FeedbackFormEU
    Skype – FeedbackForm2019
    Email – [email protected]

    Hope to hear from you soon.

    This message is created automatically use our contacts for communication.

  2. Aly Chiman berkata:

    Hello there,

    My name is Aly and I would like to know if you would have any interest to have your website here at kawahidroponik.com promoted as a resource on our blog alychidesign.com ?

    We are in the midst of updating our do-follow broken link resources to include current and up to date resources for our readers.
    .
    If you may be interested please in being included as a resource on our blog, please let me know.

    Thanks,
    Aly

  3. WayneFuG berkata:

    My name is Pete and I want to share a proven system with you that makes me money while I sleep! This system allows you to TRY the whole thing for F R E E for a whole 30 days! That’s right, you can finally change your future without giving up any sensitive information in advance! I signed up myself just a while ago and I’m already making a nice profit.

    In short, this is probably the BEST THING THAT EVER HAPPENED TO YOU IF YOU TAKE ACTION NOW!!!

    If you’re interested in knowing more about this system, go to http://globalviralmarketing.com/?ref=qkgWOPkN5RoC1NWh and try it out. Again, it’s FREE!

    You can thank me later

    /Pete

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *