Cara Menanam Selada Hidroponik Untuk Semua Sistem Hidroponik

Selada hidroponik (selada keriting)

Selada hidroponik adalah selada yang dibudiayakan dengan sistem tanam hidroponik.

Dengan sistem hidroponik ini, penanaman menjadi fleksibel dan sangat cocok untuk urban gardening.

Selain fleksible, sekarang selada juga sudah bisa ditanam di dataran rendah. Misalnya diperkotaan yang suhu hariannya sangat panas, selada bisa tumbuh dengan cukup baik.

Tapi hasil tidak bisa dibandingkan dengan selada yang ditanam di dataran tinggi. Karena dataran tinggi kelembapan udara lebih tinggi dan hawanya lebih sejuk.

Di sana, ketika tengah hari sinar matahari tidak membuat layu daun selada. Ini akan membuat penyerapan nutrisi menjadi sangat optimal dan pertumbuhan selada menjadi sangat segar.

Berbeda dengan selada hidroponik yang dilakukan di wilayah dataran rendah.

Ketika siang hari, daun akan layu meskipun nanti ketika sore daunnya segar dan mekar kembali.

Tapi itu tidak masalah, selama ini selada hidroponik saya baik – baik saja dan tetap bisa tumbuh.

Jika skala untuk hobi saja, kita tidak perlu khawatir dengan panasnya lingkungan dataran rendah. Persoalannya sulit untuk mengakali tingginya suhu lingkungan.

Kalau skalanya lumayan, bisa membuat atap hidroponik kemudian ada paranet (shading net). Dengan demikian, pada siang hari intensitas yang diterima oleh selada hidroponik tidak terlalu tinggi, sehingga daun bisa tetap segar.

Kandungan gizi selada hidroponik

Selada merupakan tanaman sayur yang cukup favorit dalam berbudidaya secara hidroponik.

Hal ini karena selada akan terlihat cantik untuk difoto ketika sudah besar. Lihat saja gambar – gambar hidroponik yang beredar, kebanyakan adalah selada.

Selain itu, permintaan selada diperkotaan juga cukup tinggi. Berbeda dengan di pedesaan, peminat selada rendah. Terutama jawa tengah.

Masih ada lagi. Selada hidroponik juga membutuhkan biaya produksi yang cukup murah. Karena kepekatan nutrisi yang diperlukan tidak tinggi – tinggi amat.

Meskipun bisa dibuat tinggi, misalnya 2,5 mS/cm atau sekitar 1200 ppm, tapi dengan nutrisi 900 ppm saja sudah bisa tumbuh optimal.

Selada merupakan sayuran yang baik sebagai sumber mineral dan vitamin.

Kandungan mineralnya sangat tinggi, terutama kalsium, forfor dan potasium. Sedangkan vitaminnya, vitamin C jumlahnya sangat banyak jika dibandingkan dengan vitamin lainnya.

Dengan begitu, selada juga baik sebagai sumber antioksidan.

Dalam 100 gram selada segar, kandungan gizinya adalah sebagai berikut:[1]

Gizi Selada (100 gram)Jumlah
Energi13 kkal
Karbohidrat2,23 gram
Lemak0,22 gram
Protein1,35 gram
Vitamin A166 mikro gram
Beta karoten1987 mikro gram
Lutein Zeaxanthin1223 mikro gram
Vitamin B1 (thiamine)0,057 mili gram
Vitamin B2 (Riboflavin)0,062 mili gram
Vitamin B5 (Pantothenic acid)0,15 mili gram
Vitamin B60,082 mili gram
Vitamin B9 (folate)73 mikro gram
Vitamin C3,7 mili gram
Vitamin E0,18 mili gram
Vitamin K102,3 mikro gram
Kalsium 35 mili gram
Besi1,24 mili gram
Magnesium 13 mili gram
Mangan0,179 mili gram
Fosfor33 mili gram
Potasium238 mili gram
Sodium5 mili gram
Seng0,2 mili gram
Air95,63 gram

Kandungan air pada selada sangat tinggi. Iya…semua sayur juga kandungan airnya sangat tinggi.

Kalau tidak pahit selada sangat nikmat dimakan mentah. Sebagai lalapan atau salad. Dengan dressing salad yang pas, rasanya nikmat juga. Bagi yang suka.

Dan jika ternyata memang pahit, ternyata juga tidak banyak cara untuk bisa memasak selada ini.

Saya belum menemui resep untuk memasak selada ini, selain dimakan mentah. Kalau selada air, banyak tutorialnya.

selada hidroponik yang sudah dipanen dan siap untuk disantap

Atau saya yang tidak tahu? Kalau ada resep untuk memasak selada, silahkan komen ya.

Ok, dengan kandungan gizinya yang sangat baik ini, pasti tidak sabar untuk bisa menanam selada dengan cara hidroponik ini.

Biar cepat panen dan langsung menikmati hasil selada hidroponiknya.

Cara menanam selada hidroponik

Apapun sistem hidroponiknya, ada bahan dan peralatan yang harus dipersiapkan.

Yaitu:

  1. Bibit selada keriting
  2. Media tanam
  3. Nutrisi hidroponik AB Mix Sayuran daun
  4. pH meter
  5. TDS/EC meter.

Repot ya, kalau bertanam hidroponik itu. Untuk melarutkan AB mix, pH meter, dan TDS/EC meter, pengetahuan dasar sangat dibutuhkan.

Nomer 1 – 3 itu benar- benar harus tersedia. Sedangkan nomer 4 dan 5, jika hanya menanam di botol bekas, bisa ditinggalkan dulu.

Tapi nanti harus sering – sering ganti air nutrisi supaya nutrisinya tidak terlalu pekat.

Caranya harus ganti air nutrisi baru dengan dosis sesuai yang ada pada petunjuk AB Mixnya.

Ok, langsung saja kita mulai ke langkah – langkah penanamannya.

Penyemaian

Bibit selada bisa dimasukkan ke rockwool yang sudah dipotong – potong. Kemudian basahi dan simpan ditempat yang teduh dan gelap. Ini adalah 0 HSS (hari setelah semai).

Satu potongan rocwool diisi satu bibit. Lebih dari satu, selada akan berdesakan dan pertumbuhannya tidak baik.

Selada yang sudah disemai bisa di taruh di bawah kolong atau di kamar mandi atau ditutup plastik hitam.

Bibit selada yang akan disemai harus masih baik. Artinya belum kadaluarsa. Tanggal kadaluarsanya biasanya tertera pada kemasan.

Kelebihan dari bibit yang belum kadaluarsa adalah tingkat perkecambahan bibit tinggi. Hampir semua bisa pecah benih dan waktunya hampir bersamaan.

Bagaimana kalau kita membeli bibit eceran atau bibit selada repacking? Sedangkan terkadang tanggal kadaluarsanya tidak diketahui.

Tetap bisa dipakai.

Tipsnya adalah sebelum bibit diletakkan pada rockwool, bibit terlebih dahulu dipecah benihkan.

Yaitu dengan menaruh benih pada kain basah, kemudian disimpan ditempat yang teduh. Sesekali diperiksa kelembapan kainnya. Kalau kering dibasahi kembali.

Satu atau dua hari, buka kain tersebut dan periksa apakah sudah ada benih yang pecah benih.

Bibit yang sudah pecah benih kita pindah ke rockwoll sedangkan bibit yang belum pecah, dibungkus kembali dengan kain basah.

Begitu seterusnya sampai bibit yang akan kita tanam sudah maksimal pecah bibitnya.

Itulah kelemahan dari bibit selada yang sudah kadaluarsa. Perkecambahan tidak bisa serempak. Dan sebagian besar bibit tidak pecah tapi isinya membusuk.

Tapi bukan berarti tidak bisa tumbuh sama sekali.

Ketika daun lembaga sudah mulai muncul, langsung ditempatkan pada tempat yang terkena sinar matahari. Kalau tidak, nanti bibit bisa kutilang.

bibit selada yang sudah pecah benih segera dikenakan sinar matahari. jangan lupa untuk disirami

Proses ini pengairan harus diperhatikan. Jangan sampai rockwool kering karena bibit bisa mati.

Penyemaian ini bisa berlangsung sekitar 12 hari (12 HSS). Jika menunggu sampai ada 2 daun sejati.

Pada usia 3 hari, daun lembaga sudah mulai mekar dan berwarna hijau.

Pada hari – hari berikutnya kuncup daun sejati akan mulai muncul.

Pada tahap ini bibit selada bisa diberi nutrisi. Tapi jangan terlalu pekat. Cukup dibawah 500 ppm saja. Konsekuensinya, rockwoll akan cepat berlumut karena terkena sinar matahari dan adanya nutrisi.

Pindah tanam

Pindah tanam selada adalah memindah bibit yang sudah semai ke modul hidroponik. Bisa NFT, DFT, Rakit apung, atau sistem wick.

Kapan waktu yang pas untuk pindah tanam selada?

Ini berbeda – beda.

Ada yang memindah selada ketika sudah ada 4 daun. Yaitu 2 daun lembaga dan 2 daun sejati.

pindah tanam selada hidroponik bisa dilakukan ketika bibit sudah ada 2 daun sejati

Ada yang daun lembaga asal sudah hijau, lalu di pindah ke modul. Yaitu pada hari ke 4.

Dua – duanya tidak memberikan perbedaan pertumbuhan yang berarti. Artinya, selada bisa sama – sama bagus.

Ketika tanaman baru dipindah ke modul, ini adalah 0 HST (Hari Setelah Tanam)

Untuk penanaman skala yang cukup banyak, biasanya akan terbantu sekali kalau kita memiliki modul peremajaan.

Modul peremajaan ini dibuat dengan jarak tanam yang cukup rapat. Nanti ketika daun sudah besar – besar selada dipindah ke modul pembesaran.

Ini bisa memotong dan menghemat waktu untuk mengisi modul pembesaran. Karena ketika selada di panen sudah siap selada remaja yang akan dibesarkan.

Pengaturan Nutrisi selada hidroponik

Larutan nutrisi untuk selada bisa dibuat bertahap. Sesuai dengan usia tanamnya.

Biar tidak bingung, kita pakai HST saja. Yaitu hari dimana bibit selada mulai dipindah tanamkan.

Usia Tanam SeladaKepekatan Nutrisi
0 – 9 HST500 – 600 ppm
10 – 15 HST800 ppm
16 – 20 HST1000 ppm
>20 HST1200 ppm

Usia tanam di atas di luar usia penyemaian yang saya anggap di sini adalah 12 hari (12 HSS).

Yang perlu difahami adalah panduan kepekatan nutrisi di atas itu untuk efisiensi saja. Terutama dalam skala yang cukup lumayan.

Tidak saklek dan bisa fleksibel.

Maksudnya, misalnya tidak ada waktu untuk memantau dengan teliti, sejak pindah tanam sampai panen selada bisa diberi nutrisi dengan satu kepekatan saja.

Misalnya, selada yang baru pindah tanam diberi kepekatan nutrisi 900 – 1000 ppm juga tidak masalah. Atau dari pindah tanam sampai panen hanya 800 ppm juga bisa. Asalkan tidak ada target produksi ya. Hanya sekedar hobi dan menanam saja.

Selada tidak akan keracunan dan terbakar daun hanya dengan ppm 1000. Kepekatan nutrisi sayuran daun masih aman asalkan dibawah 3 mS/cm atau sekitar 1400 ppm.

Panen selada hidroponik

Kira – kira berapa hari selada hidroponik bisa dipanen?

Idealnya sih antara 30 – 40 hari setelah tanam (30 – 40 HST). Tergantung target bobotnya.

Jika ditambah lama penyemaian, maka totalnya menjadi 42 – 52 hari setelah semai. Antara 1,5 – 2 bulan. ( Cukup Lama)

Tapi sekali lagi, ini fleksibel.

Tergantung juga sistem hidroponik yang dipakai dan lingkungan.

Penanaman dengan rakit apung dan NFT bisa lebih cepat panen jika dibandingkan dengan sistem mini wick dan DFT.

Selain itu, suhu harian dan sinar matahari juga menentukan cepat lambatnya panen selada.

Selada hidroponik botol bekas

Yang mempunyai botol bekas, entah botol air mineral atau susu UHT, wadahnya bisa dimanfaatkan untuk menanam selada hidroponik.

Karena wadah nutrisinya adalah botol bekas, mau tidak mau sistem hidroponiknya adalah wick sistem.

Artinya, ketika pindah tanam, netpot harus diberi kain flanel sebagai sumbu ke larutan nutrisi. Sumbu ini akan membantu akar dalam mendapatkan air nutrisi melalui daya kapilaritasnya.

Ketika akar masih pendek dan jauh dari permukaan air nutrisi, akar selada akan menempel pada kain flanel yang basah.

Tanpa sumbu sebenarnya juga bisa.

Caranya air harus dibuat supaya menempel pada bagian dasar netpot. Rocwoolnya tercelup sedikit ke air.

Tapi harus sering menambah air nutrisi supaya akar selada yang masih pendek dipastikan bisa menjangkau air nutrisi.

Selada hidroponik rakit apung

Hidroponik rakit apung memiliki kelebihan pada pertumbuhan tanaman yang lebih cepat dan lebih subur.

Karena jumlah ari yang sangat banyak dan oksigen tersedia melimpah pada siang hari.

Sistem rakit apung ini sudah saya bahas di artikel sebelumnya.

Selada hidroponik NFT

Sistem NFT adalah yang selalu saya gunakan. Setelah mencoba sistem DFT dan Wick ternyata NFT tingkat kerepotannya lebih rendah.

Kenapa tidak rakit apung saja? Ini pertimbangan saya.

Dan ini ada beberap foto yang sempat saya dokumentasikan.

Gambar di atas adalah setelah pindah tanam selada. Selada ada dibagian kiri gambar. Karena saya waktu itu tidak hanya menanam selada saja.

Ada yang baru pindah tanam, remaja dan sebentar lagi panen.

selada hidroponik remaja selada hidroponik remaja

Ini adalah bagian selada yang sudah remaja.

Selada yang sudah besar. Sebentar lagi panen.

selada hidroponik yang kurang maksimal sinar mataharinya selada hidroponik yang kurang maksimal sinar mataharinya

Ini adalah bagian yang terkena sinar mataharinya telat. Daun kurang lebat, kurus – kurus dan batang terlihat jelas.

Permasalahan yang mungkin dialami pada selada hidroponik

Salah satu diantara permasalahan berikut bisa saja akan kita temui. Namun tidak usah risau, karena asal tidak terserang parah jumlah selada yang masih bisa selamat masih banyak.

Selada hidroponik layu

Selada hidroponik yang layu pada siang hari, itu wajar. Apalagi lokasi kebun ada di dataran rendah.

Intensitas matahari yang sangat terik akan direspon oleh selada dengan daun yang layu. Nanti pada sore hari, daun akan kembali segar. Ini adalah respon alamiah.

Semua tanaman sayur seperti itu, layu (daun lemas) pada siang hari ketika mendapat sinar yang terik.

Penjelasannya adalah ketika selada mendapat sinar matahari yang terik, laju respirasi lebih tinggi.

Penyerapan air oleh akar tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan air. Sehingga, daun selada akan melemas dan layu untuk mengurangi penguapan yang berlebih.

Untuk mengatasi ini adalah dengan memasang paranet di atas selada hiroponiknya. Paranet akan mengurangi intensitas sinar matahari yang langsung terkena pada selada.

Bisa juga dengan menyirami daun selada ketika siang hari. Ini akan membantu daun menjadi segar kembali, tapi hanya bertahan selama beberapa menit saja.

Akan tetapi, jika tidak merasa terganggu denga layunya selada, dibiarkan saja tidak masalah.

Karena jika semua selada layu semua pada siang hari, itu normal. Tapi jika semua segar dan hanya ada satu – dua yang layu, itu perlu dicurigai.

Selada hidroponik rasanya pahit

Bagi yang tidak suka sayur mentah, sulit membedakan antara sayur pahit dan tidak pahit. Yang ada hanya rasa pahit dan pahit sekali.

Selada yang pahit bisa dikarenakan beberap hal.

  1. Memang jenis seladanya yang pahit. Diapa – apain juga nanti rasanya pahit.
  2. Selada terlalu sering stress panas. Stress panas adalah selada sering mengalami layu ketika mendapat panas matahari. Memang dari pertumbuhan tidak masalah, dari rasa ketika panen, banyak yang mengatakan rasanya akan lebih pahit.

Untuk mengatasi selada yang pahit ini, sebaiknya tidak dimakan sesaat setelah dipanen. Getahnya yang masih keluar akan menambah cita rasa pahit.

Solusinya adalah dengan menyimpan selada di dalam lemari es selama 2 – 3 hari. Nanti after taste pahit nya akan sangat berkurang.

Bolting

Bolting itu bisa dibilang selada pertumbuhannya kerdil. Ketika yang lain sudah besar – besar yang ini masih saja seperti baru di tanam.

Dari setiap kemasan bibit, pasti ada beberapa akan kita temui selada yang pertumbuhannya lambat.

Saya tidak selalu mencurigai ini dikarenakan bakteri atau cendawan. Tapi ada kemungkinan bibit cacat genetik.

Kalau saya inti dari pertumbuhan tanaman adalah pada akarnya. Kalau ketika disemai akar tumbuhnya bagus, maka saat dipindah tanam pertumbuhannya juga akan mendukung.

Karena akar ini sangat penting bagi selada untuk mengambil unsur hara dari larutan nutrisi.

Busuk akar

Saya sering menemui kejadian busuk akar pada selada yang masih kecil. Terutama pada saat penyemaian.

sebagian besar kasus ini terjadi pada bibit yang kurang bagus kualitasnya.

Kemudian kondisi media tanam yang terlalu basah dan kurang mendapat sinar matahari.

Dengan demikian, jamur dan bakteri akan mudah sekali untuk merusak daerah perakaran.

Referensi

[1]https://en.wikipedia.org/wiki/Lettuce

Mungkin Anda juga menyukai

5 Respon

  1. Bahrudin berkata:

    saya juga sedang menanam selada, cuman tekniknya tidak dengan menggunakan hidroponik, karena di sekitar rumahku masih ada tanah kosong yang bisa ditanami berbagai macam sayuran. disamping juga nggak ada dananya kalau sy harus beli banyak sekali pipanya

    • kalwadzani berkata:

      Ndak masalah, intinya sama saja kok Pak. Bisa menanam sayur. kalau tempat saya memungkinkan untuk menanam langsung di tanah, saya lebih pilih di tanah.

  2. ferdy berkata:

    kalau menanam tomat secara hidroponik bisa gak bang?

  3. Sudirno berkata:

    Artikelnya mencerahkan….

    Mas, kalau tanam di dataran rendah, range kelembaban udara yg msh masuk di brp % ya?
    Kemudian utk suhu (suhu nutrisi & suhu dalam green house) batasan di brp…?
    Agar 2 faktor tsb tdk mengganggu pertumbuhan…

    Matursuwun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *