Membuat rak hidroponik sistem DFT, Sinar Matahari Merata

Rak Hidroponik

Tanaman hidroponik itu membutuhkan rak. Kecuali untuk hidroponik sistem vertikal yang membutuhkan instalasi yang berbeda dengan hidroponik horisontal (mendatar).

Rak hidroponik berfungsi untuk menyangga pipa supaya bisa tertata dengan rapi.

Dengan begitu, dengan desain rak yang sesuai, ia bisa memaksimalkan penggunaan ruang untuk penanaman.

Ruang penanaman untuk hidroponik tidak hanya area luasannya saja, tetapi ruang vertikal juga bisa dimanfaatkan. Tapi desainnya harus sesuai.

Desain rak hidroponik dengan dua tingkat atau lebih ternyata hasilnya kurang bagus. Bagian rak yang paling atas akan menaungi bagian yang dibawahnya.

Sehingga, bagian rak yang lebih bawah, tanaman hidroponik akan kekurangan intensitas sinar matahari. Ini akan membuat pertumbuhan menjadi tidak optimal.

Kalau menurut saya, desain yang paling optimal untuk membuat rak hidroponik adalah berbentuk limasan.

Yang paling saya sukai dari desain rak hidroponik tersebut adalah semua tanaman bisa mendapatkan sinar matahari secara merata.

Tapi peletakannya membujur dari arah barat ke timur. Kalau dari utara ke selatan, pada waktu pagi dan sore hari tanaman tidak mendapat porsi sinar yang sama.

Cara pembuatan rak model tersebut juga tidak sulit karena desainnya yang sederhana.

Untuk detail pembuatan dan tips dari saya akan saya berikan lebih detail di bagian setelah ini.

Ukuran pipa ideal untuk hidroponik

Ukuran pipa ideal untuk hidroponik adalah 2,5 inch – 3 inch. Ini pendapat pribadi saya.

Kebanyakan memang menggunakan yang ukuran 3 inch. Tapi saya lebih menyukai yang 2,5 inch.

Harga 2,5 inch sedikit lebih murah.

Ditempat saya, pipa paralon ukuran 2,5 inch dihargai dengan Rp. 56.000/batangnya. Panjangnya 4 meter per batang.

Sedangkan harga pipa paralon ukuran 3 inch, harganya Rp. 65.000,/batangnya. Sembilan ribu lebih mahal dari yang 2,5.

Silahkan tentukan pilihan Anda sendiri. Sesuaikan dengan anggaran yang dimiliki.

Pertimbangkan juga, semakin besar ukuran pipa, harga aksesorisnya juga semakin mahal.

Aksesoris ini seperti knee, dop cap atau tutup pipa. Bahkan menurut saya, aksesoris inilah yang membuat biaya pembuatan hidroponik membengkak.

Apalagi, kalau pipanya dipotong menjadi ukuran yang sangat pendek, 1 meteran misalnya. Maka, kebutuhan untuk aksesoris tersebut menjadi semakin banyak.

Setelah kita menentukan ukuran pipa, kita lanjut ke detail pembuatan atau perakitannya.

Cara membuat tanaman hidroponik dengan paralon

1 . Menentukan panjang pipa. Kalau ruang memungkinkan, sebaiknya panjang pipa utuh, 1 batang. Tidak usah dipotong.

Ini akan lebih hemat. Hemat untuk tutup pipa dan sambungan untuk saluran irigasi.

Akan tetapi, titik penyangga rak harus lebih banyak. Minimal ada 3 titik penyangga untuk panjang 4 meter.

Kalau hanya, dua, lama kelamaan pipa yang bagian tengah bisa melengkung. Apalagi pipanya tipe C (lebih tipis dari tipe D).

2 . Menentukan besar atau kecil saluran irigasi.

Seandainya ingin membuat hidroponik sistem nft, saluran irigasi dibuat dengan menggunakan knee dengan ukuran yang sama dengan pipanya.

Kalau berencana ingin membuat sistem DFT, maka saluran irigasinya harus lebih kecil dari ukuran pipa paralon.

Saya memakai pipa ukuran 2,5 inch dan saluran irigasi menggunakan ukuran 3/4 inch. Shock drat luar dan knee drat dalam yang saya pakai berukuran 3/4 inch.

3 . Menentukan titik aliran irigasi.

Ini sangat penting, karena akan menentukan ketinggian air dalam pipa.

Ketinggian air dalam pipa saat pompa hidup dan pompa mati agak sedikit berbeda. Tapi kalau debit aliran airnya kecil, bedanya hanya sedikit.

Kalau pompanya besar, misalnya pompa dengan spek maks. 3 meter, debitnya cukup besar.

Perbedaan ketinggian bisa sangat signifikan. Kalau saluran out irigasinya tidak memadai, air bisa meluber.

Gambar di atas adalah saluran irigasi yang saya buat agak kebawah. Dan ketinggian airnya seperti ini.

Kalau ini yang saya buat tepat ditengah untuk saluran irigasinya.

Ketinggian airnya, seperti ini.

Biar lebih jelas lagi akan saya tunjukkan sistem DFT punya saya.

Hidroponik DFT kawa hidroponik

Hidroponik sistem dft yang saya buat terdiri dari 12 batang pipa masing – masing panjangnya 1 meter.

Saya potong demikian karena menyesuaikan dengan lahan yang bisa saya manfaatkan.

10 pipa berukuran 2,5 inch sedangkan yang dua berukuran 3 inch. Yang 3 inch ini pipa sisa daripada tidak termanfaatkan.

Ini gambarnya.

Saluran out airnya semua terbuat dari sambungan pipa 3/4 inch.

Saluran keluar atau out langsung masuk ke pipa bagian bawahnya. Tapi tidak nyambung langsung ke saluran in nya.

Awalnya memang saya buat demikian. Tapi, setelah berjalan beberapa lama, kemudian saya ubah.

Sistemnya bisa dilihat pada gambar – gambar di bawah ini.

Dengan sistem seperti ini, saya rasa untuk perawatan menjadi lebih mudah.

Kemudahannya adalah seperti ini.

Antara pipa satu dengan yang lainnya tidak nyambung jadi satu. Masing – masing terpisah.

Jadi, saya bisa leluasa untuk mengambil atau memindahkan pipa tanpa mengganggu pipa – pipa yang di atasnya atau bawahnya.

Selain itu, ketika pipa sudah tidak ada tanamannya, saya lebih fleksibel untuk mengambil saluran terakhir mana saja yang ke tandon.

Jadi, seperti itu.

Ok, saya kira cukup untuk hal ini. Sampai jumpa di artikel hidroponik saya selanjutnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *