Untuk Hidroponik Pemula Haruslah Baca Ini!!!

Keputusan pindah blog hidroponik

Akhirnya saya memutuskan untuk fokus menulis konten tentang hidroponik di blog ini. Semula semua akan saya campur di kambingjoynim.com, tapi saya fikir akan lebih terorganisir kalau saya sendirikan. Semoga bisa diterima ya…

Kali ini, dan untuk kedepannya saya akan mencoba menulis beberapa artikel tentang hidroponik secara luas, kalau ada penelitiannya ya nanti akan coba saya tulis juga.

Selain itu saya juga sudah punya instalasi hidroponik sendiri. Meskipun tidak besar, bagi saya sudah cukup untuk menyalurkan hobi saya.

Bertanam dengan sistem hidroponik tergolong cukup ribet atau repot. Sebenarnya lebih mudah menanam dengan media tanah seperti pada umumnya.

Dengan media tanah, persiapannya lebih mudah dan cepat, tinggal menggali tanah, bibit di tanam, disiram, selesai.

Tinggal menunggu bibit tumbuh dan selang beberapa waktu dipupuk. Berbeda halnya kalau dengan hidroponik, model ini harus menyiapakan media khusus, memang tidak menggunakan tanah, tapi harus mencari ganti untuk media tanah tersebut.

Di perkotaan, bertanam dengan menggunakan sistem hidroponik menjadi pilihan yang bagus untuk yang hobi bertanam maupun berkebun.

Selain karena lahan terbuka yang kurang, karena halaman biasanya di paving, keramik atau diplaster, bertaman hidroponik juga memiliki nilai keindahan tersendiri.

Dengan segala kreativitas hidroponik bisa dijadikan hiasan eksterior yang eksotik, menyejukkan dan enak dipandang mata.

Manfaat Bertanam sistem Hidroponik

Banyak manfaat yang diperoleh dari bertanam dengan sistem hidroponik, baik dipedesaan maupun di perkotaan.

Manfaat-manfaat tersebut antara lain:

1 . Tidak membutuhkan tanah untuk penanaman.

Media tanah tidak diperlukan untuk tanaman hidroponik. Tapi, media tersebut harus diganti dengan media lain.

Media pengganti yang bisa dipakai adalah rockwool, hidroton, dan lain – lain.

2 . Pemberian nutrisi untuk tanaman lebih efektif dan efisien.

Hal ini karena nutrisi diberikan ke tanaman dalam bentuk larutan dan larutan tersebut berada dalam suatu wadah atau media yang aliran airnya sudah ditentukan.

Berbeda dengan tanah yang kandungan airnya mungkin akan merembes ke area yang cukup luas kalau tidak dipot. Meskipun di dalam pot, biasanya pot diberi lubang dibagian bawah untuk membuang air yang berlebihan.

3 . Sistem hidroponik bisa memberikan hasil yang lebih banyak. 

Bukan berarti bertanam dengan hidroponik memiliki produktifitas hasil yang lebih besar, akan tetapi sistem hidroponik dapat menggunakan ruang tanam yang lebih maksimal.

Penanaman di lahan terbuka hanya bisa memanfaatkan lahan seluas area lahan atau secara horisontal/mendatar.

Dengan hidroponik, pemanfaatan lahan selain secara horisontal/mendatar juga bisa secara vertikal/ke atas. Akan tetapi ini membutuhkan infrastruktur dan investasi yang lebih besar.

4 . Mudah dalam memanen hasil.

Dalam penanaman hidroponik skala yang cukup besar, tiap tanaman biasanya sudah diatur arah tumbuhnya sehingga tidak ada tanaman yang saling tumpang tindih sehingga pemanenannya lebih mudah karena buahnya tersusun secara teratur.

5 . Steril dan bersih.

Tentu saja dengan bertanam sistem hidroponik akan membuat tanaman bersih karena tidak ada media tanah yang digunakan.

Sistem hidroponik biasanya juga dibuat dalam greenhouse yang tertutup, debu dari luar juga minimal dan tidak terkena hujan secara langsung karena air hujan akan mengubah konsentrasi larutan yang ada pada sistem hidroponik.

6 . Media tanam yang digunakan dalam pertanian hidroponik dapat digunakan berulang kali.

Tidak termasuk rockwool. Media rockwool hanya bisa dipakai sekali tanam. Karena kalau tanaman sudah besar, perakaran tanaman hidroponik akan merusak rockwool tersebut.

7 . Bebas dari tumbuhan pengganggu/gulma.

Bukan berarti 100% tidak ada gangguan hama. Setidaknya gulma seperti rumput tidak mengganggu lagi.

Sehingga, kita tidak perlu secara teratur menyiangi rumput secara teratur.

Kalau hama, biasanya tetap ada. Akan tetapi dengan tambahan bangunan, bisa mengurangi gangguan hewan yang mungkin bisa merusak tanaman.

8 . Tanaman tumbuh lebih cepat.

Dengan pengkondisian lingkungan tanaman yang tepat, tanaman hidroponik bisa tumbuh lebih produktif.

Dalam hal ini, kondisi seperti pH nutrisi, suhu air, Konsentrasi nutrisi dan sistem penanaman hidroponiknya perlu diperhatikan.

Tanaman yang bisa sistem hidroponik

Tidak semua tanaman bisa ditanam dengan sistem hidroponik karena jenis dari tanaman tersebut yang memang tidak memungkinkan untuk bisa ditanam dengan cara hidroponik.

Misalnya Mangga, Mahoni, dan Durian, tanaman-tanaman yang berakar tunjang sulit untuk ditanam dengan cara hidroponik.

Dari pengamatan saya, syarat tanaman yang dapat di tanam dengan hidroponik adalah memiliki akar serabut dan akar berbentuk rimpang.

Sayuran dan buah-buahan mirip sayur adalah tanaman-tanaman yang banyak ditanam dengan sistem hidroponik.

Dari contoh-contoh tanaman yang saya contohkan dibawah ini memiliki akar serabut dan berakar rimpang. Kalau ada hidroponik dari tanaman berakar tunjang, tolong saya dikoreksi atau tulis dikomentar.

Selada
Pakcoy
Sawi
Kangkung
Seledri
Kailan, Basik, Tomat, Cabe, Terong dst.
 
Masih banyak contoh-contoh tanaman yang bisa ditanam dengan cara hidroponik. Sebagian besar sayuran bisa di tanam dengan cara hidroponik misalnya, cabe, paprika, kubis,terong, gambas, mentimun dan lain-lain. 

Buah-buahan misalnya semangka, melon, strawberry dan jagung. Tanaman Berakar rimpang misalnya jahe, kunyit, laos dan juga dari berbagai jenis tanaman bunga.

Prinsip bertanam Hidroponik

Prinsip Pokok dalam bertanam dengan cara hidroponik adalah ketika tanaman dewasa pertumbuhan akar bisa dikendalikan dan media tanam hidroponik mampu menyangga beban tanaman tersebut.

Hal ini memerlukan kemampuan kreatif dari kita. Misalnya menanam sawi hidroponik bisa dilakukan di botol plastik bekas air mineral isi 220 ml dengan media tanam misalnya rockwool.

Rockwool akan cukup mampu menopang beban dari sawi yang sudah besar, dan juga volume botol plastik bekas air mineral kemungkinan juga akan mampu menampung jumlah akar dari sawi hidroponik tersebut.

Berbeda misalnya kita ingin menaman tomat atau cabe secara hidroponik.

Tomat dan cabe yang sudah besar memiliki tinggi dan beban yang cukup besar kalau hanya dengan media botol air bekas dan media rockwool mungkin tidak mampu untuk menahannya.

Maka diperlukan media dan metode tanam hidroponik yang lain.

Metode hidroponik yang bisa diaplikasikan ada beberapa yaitu:

  • Static solution culture (kultur air statis)
  • Continuous-flow solution culture, contoh : NFT (Nutrient Film Technique),DFT (Deep Flow Technique)
  • Aeroponics
  • Passive sub-irrigation
  • Ebb and flow atau flood and drain sub-irrigation
  • Rotary atau berputar

Macam – macam teknik menanam sistem hidroponik

Pertanian dengan sistem hidroponik sudah mengalami perkembangan yang jauh.

Sampai sejauh ini sudah banyak teknik-teknik yang dikembangkan dalam pertanian hidroponik ini.

Mulai teknik yang sederhana sampai teknik yang canggih dengan sentuhan teknologi-teknologi terbaru.

Kultur air statis atau static solution culture adalah teknik dalam pertanian hidroponik yang paling sederhana dan mudah.

Media yang digunakan adalah air dan airnya tidak mengalir. Akar tanaman tercelup secara terus menerus dalam wadah yang berisi larutan nutrisi.

Teknik ini sudah banyak dilakukan di Indonesia, baik dalam skala hobi maupun skala besar.

Pada postingan saya sebelumnya, yaitu prinsip dasar bertanam sistem hidroponik, di akhir postingan saya menyebutkan tentang macam-macam teknik sistem hidroponik dan saya berjanji akan menjelaskan satu per satu dari dari teknik tersebut.

Jadi, kali ini saya akan coba memenuhi janji saya tersebut.

Hidroponik Static Solution Culture (Kultur Air Statis)

Hidroponik dengan sistem static solution culture merupakan teknik hidroponik yang paling sederhana. Di kita, Indonesia, sistem ini dikenal dengan nama kultur air statis, teknik apung atau sistem sumbu.

Sistem hidroponik ini air tidak dialirkan alias menggenang. Tanaman di atur sedemikian rupa supaya akar tanaman bisa menyentuh larutan yang sudah diberi nutrisi.

Untuk pembuatan skala kecil, rumah tangga atau hobi, wadah yang digunakan bisa berupa gelas, toples, ember atau botol-botol bekas yang tidak terpakai.

Ukurannya dapat disesuaikan dengan besar kecilnya tanaman yang akan digunakan dalam hidroponik ini.

Apabila wadah yang digunakan berwarna bening atau transparan, sebaiknya dibungkus supaya tidak terkena sinar matahari langsung karena paparan sinar matahari secara langsung dapat menumbuhkan lumut.

Cara pembuatannya cukup mudah.

Teknik sumbu, tanaman di taruh ke netpot yang diisi dengan media tanam dan potongan kain yang menjulur ke bawah sampai larutan nutrisi.

Nutrisi yang larut dalam air akan merembes ke atas hingga akhirnya mencapai akar tanaman.

Kelemahan dalam teknik sumbu adalah tergantung pada kualitas media tanam dalam netpot dalam menyerap air.

Ketinggian air dalam wadah harus di cek secara berkala untuk menghindari kehabisan nutrisi.

Cara pembuatan dengan teknik apung, lembaran stereofoam dilubangi kecil-kecil untuk menempatkan pot-pot ukuran kecil dan posisi akar langsung tercelup ke dalam air.

Kalau tidak menggunakan pot, bisa diatur sekreatif mungkin supaya tanaman tidak jatuh ke dalam air, bisa dijepit atau semacamnya.

Teknik hidroponik apung ini lebih baik daripada teknik sumbu, karena busa atau stereofoam mengapung tepat diatas permukan air.

Sehingga tidak akan terjadi yang namanya kekurangan air, karena ketinggian busa mengikuti ketinggian air.

Teknik hidroponik kultur air statis ini secara umum memiliki kelemahan sirkulasi nutrisi yang tidak merata.

Hal ini karena air dalam kondisi diam sehingga nutrisi dalam bentuk mineral-mineral lama kelamaan akan mengendap sehingga nutrisi yang berada dibagian dasar air tidak terserap.

Untuk mengatasi ini bisa dilakukan dengan memberi aerator sehingga larutan akan teraduk hingga merata selain itu akar-akar tanaman mendapat tambahan oksigen.

Kalau dirasa penggunaan aerator akan menjadi boros listrik, tanpa aerator pun bisa. Pemeriksaan ketinggian volume air harus di lakukan secara rutin supaya hasilnya nanti lebih optimal.

Hidroponik Continuous-flow solution culture (Kultur Air Mengalir)

Pada sistem kultur air mengalir, larutan nutrisi dialirkan secara terus menerus melewati akar tanaman.

Larutan nutrisi ditempatkan dalam suatu wadah yang cukup besar kemudian dialirkan melalui pipa atau talang pvc dengan pompa air.

Teknik hidroponik kultur air mengalir ini merupakan salah satu teknik hidroponik yang memiliki produkstivitas tinggi contohnya adalah NFT (nutrient filem technique).

Secara sederhana sistemnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini

Kelebihan sistem ini adalah akar tanaman akan mendapatkan suplai oksigen, air dan nutrisi yang sangat memadai.

Karena  larutan bersumber jadi satu disuatu wadah, maka pengontrolan terhadap suhu dan ph larutan menjadi lebih mudah.

Sistem Hidroponik Aeroponik

Hidroponik dengan sistem Aeroponik adalah sistem hidroponik tanpa media tanam, namun menggunakan kabut larutan hara yang kaya oksigen dan disemprotkan pada zona perakaran tanaman.


Seperti pada gambar di bawah, tepat di bawah akar tanaman ada spray jet atau springkel yang dapat menyempurkan air menjadi butiran-butiran air yang sangat halus.

Perakaran tanaman diletakkan menggantung di udara dalam kondisi gelap, dan secara periodik disemprotkan larutan hara.

Teknologi ini memerlukan ketergantungan terhadap ketersediaan energi listrik yang lebih besar tetapi juga memberi keuntungan yang banyak bagi tanaman.

Tanaman yang ditanam dengan hidroponik aeroponik akan mendapat pasokan oksigen dan karbondioksida secara menyeluruh baik di bagian akar, batang dan daun. Hal ini dapat mempercepat pertumbuhan tanaman.

Hidroponik sistem aeroponik. link sumber

Hidroponik Sistem Fogoponik

Hidroponik sistem fogoponik hampir sama dengan aerophonik baik cara kerja dan desain sistem hidroponiknya.

Pembeda yang utama adalah larutan disemprotkan dengan mesin bertekanan dan digetarkan pada frekuensi ultrasonik sehingga menghasilkan semprotan air seperti kabut.

Kalau pernah melihat alat water nebulizer, mungkin akan ada sedikit gambaran.

Hidroponik sistem fogoponik ini diameter butiran air yang disemportkan antara 5 -10 mikrometer. Sangat kecil sekali sehingga terlihat seperti kabut.

Dengan ukuran tetesan air yang sangat kecil tersebut diharapkan akan membawa oksigen yang lebih banyak ke akar.

Hidroponik sistem passive sub-irrigation

Hidroponik sistem ini disebut juga dengan pasif hidroponik atau semi hidroponik.

Tanaman ditumbuhkan atau ditanam ke media yang mempunyai ukuran rongga/pori yang sedang, tidak terlalu rapat dan tidak terlalu renggang misalnya sabut kelapa.

Media tanam yang berongga ini mampu menyalurkan atau meresapkan air dan nutrisi ke akar tanaman. Contoh dalam hidroponik sistem ini adalah menanam anggrek di sabut kelapa.

Ebb and flow atau flood and drain sub-irrigation

Sistem hidroponik ini cara kerjanya adalah tanaman ditanam ke rak-rak yang posisinya diatas bak penampung larutan nutrisi.

Media tanam yang digunakan pada umumnya adalah granul tanah liat yaitu tanah liat yang dibuat seperti kelereng kecil-kecil.

Larutan nutrisi dipompa ke atas sehingga membanjiri pot atau media tanam.

Setelah pompa di matikan air yang akan kembali mengalir masuk ke dalam bak penampung.

Dengan cara ini maka media tanam dan akar akan mendapat cukup air dan nutrisi.

 

Hidroponik Sistem Run to waste

Hidroponik sistem rotari atau berputar dibuat dengan mendesain bingkai sedemikian rupa sehingga dapat berputar. Untuk lebih jelasnya bisa melihat pada gambar di bawah.
Bagian bawah lingkaran ada semacam talang berukuran cukup lebar. Tanaman yang berada paling bawah akarnya menyentuh larutan nutrisi.
Dengan berputar secara periodik maka semua tanaman akan kebagian air dan nutrisi secara merata. Bagian tengah adalah sumber cahaya yang sifatnya sebagai pengganti sinar matahari.
Keuntungan dari sistem ini adalah tanaman yang melawan gaya gravitasi (tidak menyentuh tanah) akan mengalami dewasa lebih cepat.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *